Nusantara Bangsa Hakim-Hakim

Nusantara Bangsa Hakim-Hakim3 min read

By

Salam Srupuut!

Lur sejak dulu disetiap obrolan kita dalam suasana apapun dan acara apapun kita tidak pernah terlepas dari obrolan tentang begitu hebatnya cerita nenek moyang kita dulu ya lur, banyak hal yang tidak dapat kita lihat di bagian belahan bumi manapun tentang keberagaman dan toleransi warisan budaya nenek moyang yang begitu kuat dan mengikat sampai hari ini.

Sejak ribuan tahun silam Indonesia dikenal sebagai bangsa yang besar, mungkin Indonesia lebih dikenal dengan nama Nusantara, Menurut sejarawan Universitas Oxford, Peter Carey, nama Indonesia baru muncul dan diperkenalkan James Richardson Logan (1819-1869) tahun 1850 dalam Journal of Indian Archipelago and Eastern Asia.

Bangsa yang besar ditandai dari bagaimana etika dan budayanya agung dan luhur, ciri-ciri hanya dimiliki di Indonesia, bangsa yang heterogen dengan ribuan suku dan bangsa didalamnya menjungjung tinggi adat ketimuran yaitu sopan santun dan ramah tamah.

Dalam pembahasan ilmu Antropologi peradaban Indonesia dimulai dari ekonomi, adanya transaksi barter barang dan kebutuhan pangan sehingga terjadinya pasar dan melahirkan tatanan sosial dan kebudayaan setempat.

Jalur perdagangan Nusantara berpusat pada pelabuhan-pelabuhan yang dibuktikan keberadannya oleh beberapa penemuan benda bersejarah di hilir sungai dan pesisir pantai.

Perjalanan panjang Nusantara melahirkan peradaban yang sangat dinamis, ini disebabkan bangsa ini mempunyai DNA pejiarah yang berhijrah dari satu tempat ke tempat lainya untuk mencari peradaban baru dan berdagang sehingga sangat terbuka bagi bangsa manapun yang ingin datang ke Nusantara.

Dalam buku yang ditulis oleh Bujangga Ronggo Warsito yang berjudul “Serat Paramayoga” hasil olah terjemah dari buku yang ia temui yaitu “Sastra Jendra Hayuningrat” yang menceritakan sejarah manusia pertama nabi Adam hingga keturunannya yang bernama Syth dan melahirkan dua anak laki-laki yang bernama Sayid Anwas dan Sayid Anwar.

Kedua putra Syth itu hasil perkawinannya dengan Dewi Mulat, namun Said Anwar yang dilahirkan oleh Dewi Mulat bermula hanya cahaya, Ia menjadi menjadi manusia utuh diakarenakan oleh jin Ajajail yang membawa segumpal darah dari putrinya Dewi Dlajah yang melahirkan anak dari hubungannya bersama Syth, lah kok bisa?.

Begini lur ceritanya sembilan bulan sebelum itu Ajajil diam-diam menukar anaknya Dewi Dlajah dengan istri Syth yaitu Dewi Mulat, Ajajil menculik Dewi Mulat dan menggantinya dengan Dewi Dlajah selama tiga hari, setelah mengetahui sudah bercampur Ajajil mengembalikan Dewi Mulat pada Syth, Hal ini tidak disadari oleh Syth sama sekali.

Nah dari sini lur, setelah cukup besar Sayid Anwar merasa tidak nyaman dengan lingkungannya karena acapkali dideskiminasi, sebab Sayid Anwar lahir tidak wajar tubuhnya yang tidak bisa disentuh oleh orang lain.

Dalam waktu panjang Sayid Anwas kelak melahirkan para nabi dan melahirkan bangsa Yahudi dan Nasrani, dan Sayid Anwar yang jauh meninggalkan keluarga senang berhijrah banyak melahirkan para raja, bukan hanya itu Sayid Anwar bisa hidup di dua alam yaitu alam manusia dan alam jin, ia melahirkan bangsa Nusantara yang secara Mitologi Jawa banyak hal di luar nalar manusia pada umumnya.

Orang Yunani dalam ribuan tahun silam menyebut bangsa Nusantara bangsa hakim-hakim dikarenakan Nusantara tidak dipimpin oleh pemerintahan manapun, hmms bagaimana sih maksudnya, pasti dulu ngoopi bingung.

Nusantara pada kala itu dimulai peradabannya di pulau Jawa, sistem yang disepakati yaitu sistem “Kabuyutan, Kasepuhan, dan Kanoman”; Kabuyutan adalah sebuah ajar pikukuh atau ajaran yang diwariskan oleh Buyut (Nenek Moyang) mengenai adab sopan santun tatanan hidup bersosial, yang kedua Kasepuhan yaitu orang-orang dipercaya untuk menjadi penengah untuk menyelesaikan sebuah permasalahan yang terjadi pada masyarakat, yang ketiga Kanoman adalah anak-anak muda yang menggerakan segala kegiatan yang akan diselenggarakan oleh masyarakat setempat.

Adanya raja dan pemerintahan itu  baru dimulai pada era dua kerajaan besar di pulau Jawa dan Kalimantan yaitu kerajaan Salaka Nagara di Jawa Barat dan Kutai Kartanagara di Tenggarong Kalimantan Timur.

Nah begitu lur, jangan lupa diobrolin bareng temen ! sambil ngoopi disela-sela kesibukan atau di waktu yang santai. Narasi boleh dulur imani boleh tidak, kami tunggu opini dulur di kolom komentar kami.

Salam Srupuuut!!